Kaos Tipis dan Celana Pendek Bukan Alasan Kami Bisa Dilecehkan
Saya lagi lumayan kesel.Tadi pas makan siang bareng temen kantor. Kami ngobrol tentang kasus pelecehan seksual cewek oleh petugas bus transjakarta di ruang genset. Mungkin buat yang belum pernah denger bisa dibaca disini.
Ternyata si korban adalah temennya salah satu temen kami di kantor juga. Walaupun media kadang-kadang menuliskan berita lebih lebay dari faktanya, tapi percaya deh..versi si korban jauh lebih serem dari kronologis yang diceritain di link di atas. Sebelumnya gw udah pernah baca artikel itu. Dan reaksi pertama gw tentu aja keseeeel banget. Dan setelah gw ngobrol sama temen gw, kekeselan itu bermultiplikasi sampai harus gw tumpahin disini.
Satu, korban dalam keadaan sadar ketika dilecehkan (bukan pingsan seperti ditulis disitu). Astma dia lagi kambuh jadi ga bisa berbuat apa-apa untuk melawan keempat petugas. Setelah cukup kuat, barulah dia teriak minta tolong. Dan fyi, setelah dilecehkan di ruang genset( yang awalnya katanya lagi diberi pertolongan pertama), itu empat petugas gila langsung ninggalin gitu aja di ruang genset.
Dua, tidak ditulis secara spesifik pelecehan seksualnya (ngerti sih, kan media nasional...ada etika dll). Dan gw juga ga akan nulis secara harafiah disini, tapi...
hhhh...gw agak gemetar nyeritainnya...
Sebagai sesama perempuan, rasanya kalau ketemu empat petugas itu pengen deh ngejejelin roda busway ke mulut mereka. *uups, i know.
Intinya korban sekarang trauma untuk makan atau memasukkan sesuatu ke mulutnya. Di berita itu juga ditulis kalau ditemukan noda sperma di kaos korban. bukan celananya.
You get it, right?
Betapa psyconya keempat pria ini. Belum tahu kabar terakhirnya gimana, tapi katanya dari keempat orang tsb, hanya satu yang diproses hukum dan dipecat karena dialah 'inisiatornya' dan yang paling parah melecehkan. Sedangkan ketiga petugas lainnya dilepas. Dan tahu apa alasannya karena mereka hanya membantu dan mereka punya istri dan keluarga yang tetap perlu dinafkahi.
I mean, really.
"YF saat itu mengenakan celana pendek dan kaus tipis berwarna merah ....."
Oke. Kalau nenek-nenek pake kaus tipis merah dan celana pendek apa juga digituin?
Terus orang gila yang berkeliaran ga pake baju, kok dianggurin?
dan sore ini gw baca blog yang bikin spirit perjuangan hak perempuan gw naik 1000 derajat celcius. Baca disini
Makasih mbak Oktarina Prasetyowati. Tulisan Anda keren banget. I can't more agree with you. Bukan soal baju. Bukan juga karena tokek atau paha yang kelihatan.
Buat siapapun pria yang membaca ini, coba bayangkan kalau kejadian ini menimpa adik perempun kalian, istri kalian, atau bahkan anak perempuan kalian. Please, take time to really think about this.

0 comments :