The real "Happily Ever After"

01:52 utheychan 0 Comments



Hati yang gembira adalah obat
Seperti obat hati yang tenang
Tapi semangat yang patah keringkan tulang
Hati yang gembira Tuhan senang


Pernah denger lagu itu dong..
Lagu ini terdengar dari kamar mandi selama suami saya mandi tadi pagi. Ya kami berdua memang punya bakat terpendam jadi penyanyi profesional kamar mandi sejak kami kecil. Saking berbakatnya, saya yang lagi cuci piring sampai tertegun, dan menangis.

enggak, saya ga lagi sentimentil.
My hubby had a health issue when he sang that song. 
Oh, saya kayaknya musti tarik mundur agak ke belakang sedikit kali ya, so you guys can get the same picture with me. *ceile

Jadi begini. Sejak saya tahu kalo saya hamil empat bulan lalu (yeayyy!! *masih ga percaya*)
kami memutuskan pindah ke Lippo Cikarang. Why? Supaya saya lebih deket ngantornya dan ga perlu naek turun elf 59 Cawang-Cikarang. So, karena suami kantornya di Kuningan, Jakarta, sekarang gantian dia yang bolak-balik dan menikmati macetnya tol Jkt-Cikampek di pagi hari nan teduh.

Tapi itu tidak bertahan lama. Karena dia mulai lelah, bosan, dan tak tahu harus kemana ( lho, ini lagu Nike Ardila bukan?) #khususbuatgenerasi90an
Akhirnya dia memutuskan buat naek motor Cikarang-Jakarta tiap hari. 

Ya, naek motor.

-----seharusnya disini kalian udah mulai terharu----- ( kalao belum jg gpp kok :D ) 

Dan cuaca menjelang Natal ini memang sangat tidak mendukung. Hujan dan macet tiap hari. Combine them and you'll get a sick husband coming home late night. 

Beberapa hari lalu dia ngasih tahu kalau ada kerjaan di kantor lama yang mengharuskan dia pulang agak telat selama beberapa hari.

"Lumayan bi, buat nambah-nambah penghasilan. Gajiku kan belum seberapa."
Kurang lebih begitulah alasan dia. 

Ga keitung berapa kali saya bilang ke dia, please naek bus aja, at least bisa tidur di bus dan ga keujanan. Tapi dia teteup kekeuh markekeuh dengan dalih naek motor lebih irit. Dan lebih cepet untuk menjangkau kawasan  Pulo Gadung (kantor lamanya) dari Kuningan.
Again. It broke my heart.

Temen kantor saya yang cowok bilang " Ya, namanya lelaki emang gitu. Dia punya beban lebih buat keluarganya."

Mewek deh gue.

Nah, semalem inilah suami saya sampai rumah jam 1 lewat. jam 1 dini hari.
Paginya dia ga ngantor dan mau periksa ke dokter karena kepala dan badannya sakit semua. Tapi dia masih bisa mandi dengan air hangat dan nyanyi lagu Hati Yang Gembira.

Oh God.


Yep, Salomo bilang hati yang gembira adalah obat. All we need is just being happy. Hubby, kalau emang dengan kerja keras demi istri dan anakmu bikin kamu hepi, it's okey. I can't be more proud of you and I really do. *smoooch*



Sometimes, ada kalanya saya bener2 ngerasa capek ( biasanya sih sampe ngedumel :<). Kerja fulltime 8 to 5 tapi masih musti ngurus suami, nyuci baju, masak, bersihin rumah, plus hamil. Butuh extra energi buat bawa si dhedek ini kemana-kemana. Tapi setelah pagi ini, mungkin saya ga akan berani berpikir kayak gini lagi.

I was born to be my husband help meet.
And I am happy for that.

King Solomon, thank you for telling me this today.  
Oh wait, I wanna add something. My happinness is not my priority.  His happinness is. :)
Just like this scene of my favorite Disney movie.





You Might Also Like

0 comments :