Melatih Anak Mandiri Itu Butuh Keberanian
Keberanian emaknya lebih tepatnya.
Sama seperti ketika membiarkan anak kita jatuh waktu belajar jalan, harusnya kita juga memberanikan hati untuk melihat dia mencoba dan gagal.
Oke, cukup sok bijak nya. Mari kita memberanikan diri untuk mengakui bahwa kadang2 sebagai seorang ibu, kita cenderung memberikan proteksi maksimal buat anak-anak kita.*bahasa saya udah kayak agen asuransi belom?*
Ga boleh ini, ga boleh itu. Sampai kadang lupa bahwa anak kita juga seorang manusia yang butuh belajar apa itu kegagalan. Membiarkan anak menghadapi kegagalan berarti sedang menyiapkan dia untuk hidup mandiri kelak. And speaking about independency, saya sedang belajar banget bagaimana membuat Rion lebih mandiri.
Pertama, lepas popok. Langsung berhasil? Tentu tidak. Buat ibu-ibu yang masih galau menghadapi proses melepas popok alias toilet training yang pasti penuh drama, you're not alone.
Saya termasuk ibu yang membatasi pemakaian pospak atau popok sekali pakai. Kalau di rumah atau bepergian yang tidak terlalu lama Rion pakenya cloth diapers atau clodi. Kalau pas pergi jauh atau ke gereja misalnya, pospak tetap pilihan paling praktis karena ga mungkin saya bawa clodi basah kemana2 kan. Umur dua tahun saya mulai lepas clodinya di rumah untuk membiasakan dia ngomong kalau mau pipis. Awalnya tentu aja masih suka pipis di celana dan di kasur..tapi puji Tuhan dalam beberapa hari dia sudah terbiasa bilang kalau pipis. Yang maaih peer adalah melatih pup. Karena dia kalau pipis berdiri, dia pikir pup seyogyanya juga dilakukan dengan berdiri. Di atas kloset😂
Inipun setelah dibujuk bujuk rayu biar mau pup di toilet..sebelumnya mah tetep di celana sambil berdiri.
Selanjutnya, melatih Rion makan sendiri. Well, kali ini harus keluar modal sedikit yaitu hadiah: Robot Optimus Prime yg bisa transform jadi truck. Jadi tiap kali Rion mau makan sendiri dan gak disuapin, dia dapat bintang. Kumpulin 5 bintang, dan jadilah kami ke pasar gembrong beli optimus prime nya. Sepertinya saya terinspirasi dengan Alfamart yang selalu kasih stiker utk ditebus murah panci atau mangkok buat di microwave.
Setelah lulus dua tantangan dalam membuat anak mandiri ini, saya mencoba memberanikan diri untuk next level: ditinggal Sekolah Minggu sendiri di gereja. Ini sumpah susah banget. Saya pribadi belum melihat kesiapan dari Rion karena memang dia tumbuh bukan di daycare tapi dijaga oleh embak di rumah. Jadi saya gak yakin dia bisa dan mau tenang ditinggal bareng orang yang baru dia kenal. Walaupun udah berusaha ngenalin dengan kakak Sekolah Minggunya, membujuk pakai hadiah, meyakinkan bahwa saya nunggu di luar pintu. Tetap saja. Rion gak mau. Ibunya juga gak tega. Ya sudah. Bye. Hahaha. Receh banget semangatnya.😋😋
Padahal tahun ini Rion udah masuk TK A, yg artinya dia bener2 harus sekolah sendiri. Aaah..emak galau 😭😭
0 comments :