Life with a toddler summed up
Sambil ngelirik bekas cakaran di tangan kanan dan coretan pulpen di tangan kiri, sayapun menghela napas panjang. Hello 3,5 tahun lebih of motherhood. Bekas cakaran Rion ini adalah hasil dari kepasrahan saya sebagai ibu yang udah ga tahu lagi gimana caranya ngasih tahu ne bocah supaya ga mukul, nyakar, nendang, jambak rambut, dan yang paling update: njulurin lidah tanda dia marah atau ga suka.
Mau marah, ga ada gunanya. Semakin ditimeout, dia semakin menjadi. Semakin saya marah, semakin dia menikmati. Kayaknya udah sering baca artikel parenting ( salah satunya artikel mbak Tika banget ini ) yang bilang 'Find any alternate way to say NO to our kids. Instead of saying jangan teriak2, lebih baik bilang 'Ibu bisa dengar suaramu, nak..'
Believe me.
I have been trying many ways.
Hasilnya? Usus saya tambah panjang.
Karena udah pasrah, sabtu kemaren pas Rion 'kambuh' lagi, saya menahan segala gejolak emosi antara marah sedih dan frustasi. Saya bilang ke Rion ' Rion suka ibu sedih? Suka kalau ibu marah? Suka lihat ibu sakit kalau dipukul atau dicubit? Kalau iya, yaudah cubit aja terus'
Siapa ibu yang ga sedih dan merasa gagal jadi seorang ibu ketika anak kita menjawab semua pertanyaan tadi dengan mengangguk? ;(
If you don't feel parenting is difficult, you don't do it right, says unknown person.
Ha, gatahu musti seneng apa sedih hahaha. Parenting idea is always sounds as sweet and easy until you do it.
Saya tanya sama si embak,kalau ibunya lagi kerja Rionnya gitu juga gak. Katanya enggak.
Aahh. Hati mulai berbungaa-bunga. Mungkin ne anak nyati perhatiannya emak bapaknya yang sibuk meniti kerir demi sebongkah berlian dan uang pangkal masuk SD di Jakarta.
'Tapi pernah mukul tangan gurunya di PAUD juga sih bu.'
Jengjeng.
Sedih lagi.
Si Ayah juga sometimes udah give up dan mulai naik volume suaranya kalau Rionnya udah gabisa dikasih tahu baik-baik.
Yang pasti menjaga emosi sebagai orang tua supaya menghindari hukuman fisik kepada anak dan terus sabar mengulang setiap nilai yang mau diajari ke anak itu ga gampaaaaaang samsek. *yang sepakat setuju seiman sepersaudaraan mana suaranyaaaa*
Itulah kenapa saya bilang di tulisan ini bahwa mendisiplinkan anak adalah hasil dari mendisiplinkan diri sendiri sebagai emak bapak.
Yang kadang menghibur saya adalah ketika saya berhasil mendistract Rion. Ketika dia mulai mukul atau jambak rambut, saya bilang 'eh kemarin di sekolah minggu ceritanya ada yang dimasukin goa singa ya. Siapa mau jadi singaaa?'
Kadang berhasil.
Kadang tidak.
Kalau ini terjadi, saya cuma bilang ke diri saya sendiri 'dia lagi nyari perhatianmu The, taroh handphone, matiin tv, maen bareng'
Kalau udah mencurahkan 1000 persen fokeus saya ke dia dan masih begitu juga?
goa singa manaa goa singa...
Omg!!! Baru baca tulisan nya kak uthe
ReplyDeletenice sharing kak